sabato 5 marzo 2016

Donat Madu yang Semarak Warna dan Bentuknya Lucu-lucu, Memancing Selera Makan

Donat Madu yang Semarak Warna dan Bentuknya Lucu-lucu, Memancing Selera Makan

Anda semua pasti tahu dengan cemilan berbentuk bulat dan ada lubang di tengahnya kan? Apalagi kalau bukan donat.

Ya, cemilan ini banyak kita temukan mulai di warung, toko hingga pusat belanja. Banyak yang menjual donat dengan berbagai varian. Pasalnya cemilan ini termasuk yang disenangi banyak orang terutama anak-anak. Cara Membuat Donat Madu

Pada umumnya rasa dari donat hampir sama. hanya saja terkadang berbeda pada teksturnya. ada yang lembut sekali ada juga yang kurang lembut. umumnya orang pasti memilih yang teksturnya lebih lembut. Karena terasa enak di lidah.

Bahan baku utama membuat donat biasanya tepung, gula dan lain-lain. Namun, ada variasi terbaru dengan menggunakan madu. Alhasil namanya donat madu.

Anda bisa menemukannya di Jalan Ahmad Yani nomor 123 Pekanbaru.

Pemilik Donat Madu Pekanbaru, Puti Yuneka Sari mengatakan ia ingin menyuguhkan varian donat terbaru yang mengandung madu ini. "Ini variasi baru menikmati donat," kata Puti kepada Tribunpekanbaru

Dijelaskan Puti, pemakaian gula pada donat ini dikurangi. Karena diganti dengan madu.

Sehingga lebih baik, apalagi bagi yang punya riwayat gula darah bisa mengkonsumsi donat yang plain alias yang polos, namun tetap ada rasa manisnya juga. "Ada juga konsumen kita yang minta donat plain," imbuhnya.

Sementara itu, madu yang digunakan merupakan madu kualitas terbaik, yaitu madu asli Sumbawa.

Selain itu, bahan baku yang lain seperti coklatnya bukan menggunakan bahan pewarna.

Tetapi memang coklatnya yang memang sudah berwarna-warni. "Kita sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, termasuk bahan-bahan semua yang kita gunakan," katanya.

Kemudian untuk membuat donat, lanjut Puti bahan-bahan yang digunakan sebenarnya sama dengan donat yang biasa.

Hanya saja ada penambahan madu dan pengurangan gula. Adapun proses membuatnya pertama dimulai dengan telur dikocok terpisah.


Selanjutnya bahan seperti tepung, ragi dan butter diadon. Hingga sampai setengah diadon baru dimasukkan madu baru diadon kembali. Setelah diadon, kemudian dicetak, lalu dibiarkan dulu sekitar dua jam sampai mengembang.

"Ciri-ciri mengembang sudah naik dua kali lipat dari bentuk awal dan teksturnya berpori," sebut Puti yang didampingi ayahnya, Yunedi Hasri.

Setelah mengembang, lanjutnya baru digoreng. Setelah digoreng tidak bisa langsung diberi topingnya.

Karena masih panas, dan akan meleleh kalau langsung diberi topingnya.

"Tunggu sekitar 15 menit baru bisa diberi toping. dari awal proses hingga siap kira-kira mebutuhkan waktu 3,5 jam lah," sebutnya.

Jika biasanya donat bentuknya bulat ada bolong di tengahnya. Namun di Donat Madu ini, anda bisa mendapatkan bentuk yang lain seperti love dan kotak.

Tapi bentuk ini tidak selalu ready, hanya berdasarkan pesanan saja. Selain itu juga tersedia donat mini.

Nessun commento:

Posta un commento